di bening matamu kemarin kutemukan sebutir air mata yang kau tahan mengeras jadi mutiara jatuh ke bibirmu tinggal disana sebentar menggetar kemudian menyusup ke tenggorokan


mungkin saja ia yang sekarang menjelma serak dan sesak pada barisan kata perpisahan


sudah jangan sendu, sayang aku ingin pergiku kali ini terdengar merdu agar angin malam atau hujan atau bahkan udara dingin dan kebekuan bisa mengingatkanmu kapan-kapan tentang kisahku dalam rindu-rindu yang haru tapi tidak biru

aku akan tetap menjadi keindahan jingga di pagi dan senja lagu-lagu yang menyapa kelopak matamu sebelum terik dan mengendap-endap sesaat di lelahmu sebelum mimpi
-=FOR SOMEONE=-









Tidak ada postingan.
Tidak ada postingan.